Apa itu antisepsis

Antisepsis adalah tindakan menghancurkan atau menghambat mikroorganisme (agen infeksi atau patogen) yang ada pada jaringan hidup. Kata antisepsis berasal dari akar bahasa Yunani anti- yang berarti melawan dan -sepsis yang berarti kemunduran atau pembusukan.

Prosedur yang digunakan untuk antisepsis misalnya teknik isolasi, penggunaan pakaian yang sesuai, teknik aliran laminar dan penggunaan produk antiseptik.

Teknik antisepsis secara umum dibagi menjadi 3 jenis:

  • Degerminasi: terdiri dari sapuan dangkal untuk mengurangi keberadaan mikroorganisme, seperti mencuci tangan pakai sabun.
  • Disinfeksi: terdiri dari pengurangan atau pemusnahan sebagian mikroorganisme dengan menggunakan bahan kimia seperti alkohol.
  • Sterilisasi: terdiri dari pemusnahan total mikroorganisme dalam suatu objek atau area menggunakan metode fisik seperti panas, radiasi atau filtrasi atau menggunakan metode kimiawi seperti etilen dioksida, ulta pengion atau aldehida.

Produk yang digunakan untuk antisepsis disebut antiseptik yang didefinisikan sebagai zat yang membunuh atau mencegah pertumbuhan mikroorganisme. Di antara antiseptik yang paling banyak digunakan saat ini adalah yodium, asam borat dan alkohol.

Antisepsis penting karena ketika jaringan atau kulit hidup rusak, misalnya melalui goresan atau luka bakar, kerusakan memungkinkan tumbuhnya mikroorganisme pada luka tersebut. Mikroorganisme yang ada di kulit sehat seperti bakteri, virus, dan jamur berkembang biak dengan cepat dalam situasi ini.

Asepsis berbeda dengan antisepsis karena merupakan prosedur pencegahan yang mencegah masuknya mikroorganisme ke suatu medium. Ini biasa disebut asepsis medis dan tujuannya adalah untuk mencegah penularan agen infeksi.

Bedah aseptik atau bedah asepsis, misalnya, adalah penggunaan instrumen yang disterilkan, jahitan dan pakaian yang memadai untuk mencegah patogen memasuki tubuh yang sedang dioperasi untuk menyebabkan penyakit.