Apa itu Astronomi

Astronomi disebut ilmu yang bertanggung jawab untuk mempelajari segala sesuatu yang berhubungan dengan bintang, pergerakannya dan hukum yang mengaturnya. Kata tersebut, dengan demikian, berasal dari bahasa Latin astronomĭa, dan ini pada gilirannya dari bahasa Yunani ἀστρονομία.

Astronomi mempelajari benda langit alam semesta, dari planet dan satelitnya, melalui komet dan asteroid, dan bahkan sistem materi antarbintang, materi gelap, bintang, gas, dan debu yang kita kenal sebagai galaksi. Karena itu, ilmu alam semesta fisik dan fenomena yang terjadi di dalamnya.

Cabang-cabang astronomi adalah astrofisika, yang mempelajari ciri-ciri benda langit; astronomi posisi, yang mengukur dan menentukan posisi bintang-bintang; mekanika angkasa, yang berfokus pada pergerakan bintang-bintang; dan kosmologi, yang berteori tentang pembentukan dan evolusi alam semesta.

Astronomi telah menjadi bagian dari sejarah manusia sejak zaman kuno. Peradaban seperti Aztec, Maya dan Inca, serta Mesir, Cina dan Yunani mencapai tingkat pengetahuan sedemikian rupa sehingga mereka dianggap fundamental untuk evolusi disiplin ilmu selanjutnya. Dalam pengertian ini, itu dianggap sebagai sains tertua, dan telah menjadi penting dalam pengembangan disiplin ilmu lain, seperti matematika atau fisika.

Pada awalnya, astronomi memiliki aplikasi praktis untuk mengetahui siklus bintang-bintang dan menetapkan pengukuran waktu yang memungkinkan penentuan, antara lain, waktu yang tepat untuk menabur dan memanen.

Beberapa astronom yang sangat penting dalam sejarah adalah Claudius Ptolemy, Nicolaus Copernicus, Johannes Kepler dan Galileo Galilei.

Astronomi dan astrologi

Meskipun astronomi dan astrologi pada awalnya merupakan istilah yang dapat digunakan secara sinonim, sekarang istilah tersebut menunjukkan disiplin ilmu yang berbeda.

Saat ini, astronomi telah berkembang sebagai disiplin ilmiah yang mempelajari studi tentang bintang-bintang, pergerakannya, dan hukum yang mengaturnya, sementara astrologi tetap bertahan dari waktu ke waktu sebagai sistem kepercayaan terkait dan takhayul dengan pengaruh yang dikaitkan dengan pergerakan bintang. pada karakter orang dan peristiwa sejarah.

Kedua ilmu itu memisahkan dan membedakan dari Renaisans, berkat dominasi pemikiran rasionalis.