Apa itu Basa

Dalam kimia, basa mengacu pada zat yang, ketika berada dalam larutan air, melepaskan ion hidroksil, meningkatkan sifat basa.

Basis dalam kimia

Dalam kimia, basa adalah zat yang bila dilarutkan dalam media berair, melepaskan ion hidroksil (OH-) dan memiliki sifat basa.

Awalnya, basa dikenal sebagai basa, karena merupakan zat yang meningkatkan pH suatu larutan dengan melepaskan hidroksil, sehingga menjadikannya basa. Namanya berasal dari bahasa Arab Al-Qaly, yang diterjemahkan sebagai ‘abu’.

Zat yang memiliki tingkat pH lebih tinggi dari 7 hingga 14 (tingkat maksimum) dianggap basa dan memiliki alkalinitas lebih tinggi. Sebaliknya, zat dengan pH antara 6 dan 0 dianggap asam.

Sejak abad ke-19 yang memungkinkan untuk lebih memahami apa basa dan asam dari studi yang dilakukan oleh ilmuwan Svante August Arrhenius (1887), Johannes N. Brønsted dan Thomas M. Lowry (1923, teori asam basa ), dan Gilbert N. Lewis (1923).

Karakteristik basa

Ciri-ciri utama basa meliputi yang berikut:

  • Tergantung pada suhu, basa dapat ditemukan dalam zat cair, padat, atau gas.
  • Mereka dapat diklasifikasikan menjadi basa kuat atau basa lemah menurut disosiasi mereka, yaitu kemampuannya untuk menyumbangkan ion OH-.
  • Rasanya pahit.
  • Mungkin ada basa yang mempertahankan sifatnya dalam zat murni atau encer.
  • Basa bervariasi sesuai dengan derajat pH-nya.
  • Dalam larutan air mereka dapat menjadi konduktif secara elektrik.
  • Mereka berbusa saat disentuh.
  • Mereka korosif terhadap berbagai logam.
  • Ketika dikombinasikan dengan asam, mereka membentuk garam.
  • Menciumnya bisa menyebabkan iritasi.
  • Mereka bisa mengiritasi kulit karena melarutkan minyak.

Contoh basa

Sabun berbahan dasar basa adalah produk pemakaian sehari-hari yang merupakan bagian dari basa kimianya. Penggunaannya merupakan bagian dari perawatan dan dandanan pribadi.

Basa banyak digunakan dalam berbagai jenis industri, umumnya sebagai katalis atau reagen. Karenanya, mereka digunakan dalam industri makanan dan medis, pembuatan sabun dan pelarut, pembuatan baterai listrik, dan kimia, antara lain. Beberapa contoh basa adalah:

  • Soda kaustik (NaOH).
  • Natrium bikarbonat (NaHCO3, deodoran).
  • Amonia (NH3).
  • Magnesium hidroksida (Mg (OH) 2, pencahar).
  • Kalsium hidroksida (CaOH, kapur).
  • Sodium hipoklorit (NaCIO, membersihkan klorin).
  • Kalium hidroksida (KOH, sabun).
  • Kalsium fluorida (CaF2, memungkinkan bekerja dengan gelombang inframerah atau ultraviolet)

Jenis basa

Ada dua jenis basa yaitu:

  • Basa kuat: itu adalah salah satu yang terdisosiasi dalam air dan menghasilkan jumlah ion terbesar. Misalnya natrium hidroksida.
  • Basa lemah: menyumbang ion OH- secara seimbang dengan jumlah molekul dalam medium.

Nomenklatur basa

Nomenklatur basa terbentuk dari nama unsur yang digabungkan dengan ion hidroksil (OH), diambil bilangan valensinya dan digabungkan. Contoh: CuOH2: tembaga hidroksida, Zn (OH) 2: seng hidroksida.