Apa itu Deflasi

Deflasi mengacu pada penurunan tingkat harga umum dalam suatu perekonomian. Kata deflasi berasal dari bahasa Perancis, yang selanjutnya berasal dari kata deflasi bahasa Inggris.

Deflasi terjadi sebagai konsekuensi dari situasi di mana penawaran melebihi permintaan, yang menyebabkan produsen terpaksa menurunkan harga produk dan jasa. Deflasi, dalam pengertian ini, adalah kebalikan dari inflasi.

Menurut Dana Moneter Internasional (IMF), kita dapat menganggap situasi penurunan harga sebagai deflasi jika terus berlanjut setidaknya selama dua semester berturut-turut.

Masalah dengan deflasi adalah bahwa penurunan harga juga pada akhirnya mempengaruhi upah dan produksi, yang semuanya, jika digabungkan, dapat menyebabkan resesi yang sangat merusak pertumbuhan ekonomi.

Mengapa ini terjadi? Nah, karena deflasi membuat konsumsi mandek, sehingga produsen memproduksi lebih sedikit, yang pada gilirannya menyiratkan bahwa mereka membuang sebagian pekerjanya dan ada pemutusan hubungan kerja, situasi yang pada gilirannya menghasilkan konsumsi yang lebih sedikit dan, pada gilirannya, Akibatnya, kelebihan pasokan, yang semuanya berubah menjadi lingkaran setan yang dikenal sebagai spiral deflasi. Dalam hal ini, konsekuensi deflasi lebih berat daripada inflasi.

Contoh deflasi adalah Depresi Hebat yang terjadi di Amerika Serikat antara tahun 1929 dan 1933 sebagai akibat dari runtuhnya sistem keuangan.

Keuntungan dan kerugian deflasi

Keuntungan:

  • Daya beli masyarakat akan meningkat jika upah tetap stabil.
  • Bisnis dapat memilih untuk berinvestasi lebih banyak pada barang modal.
  • Merangsang penghematan.
  • Ada lebih banyak uang yang tersedia untuk pinjaman.
  • Ada penurunan suku bunga.

Kekurangan:

  • Perusahaan bisa mulai berinvestasi lebih sedikit pada pekerja, memicu pengangguran.
  • Penurunan harga juga dapat memengaruhi upah, lapangan kerja, dan produksi.
  • Konsumsi cenderung stagnan: lebih sedikit yang diproduksi karena lebih sedikit yang dikonsumsi dan akibatnya terjadi PHK.

Deflasi dan inflasi

Dalam ilmu ekonomi, akan lebih mudah untuk membedakan antara dua proses yang sangat berlawanan seperti inflasi dan deflasi. Inflasi adalah kenaikan umum barang-barang konsumen, yang pada gilirannya mengakibatkan hilangnya daya beli. Deflasi, di sisi lain, menyiratkan penurunan harga secara umum dan peningkatan daya beli.

Keduanya, bagaimanapun, jika diperburuk, dapat memiliki konsekuensi yang mengerikan bagi perekonomian, seperti inflasi yang cepat atau hiperinflasi dalam kasus sebelumnya, atau spiral deflasi yang dapat membawa perekonomian ke dalam resesi, dalam kasus kedua.