Apa itu Genetika

Genetika adalah ilmu pewarisan biologis. Kata genetika berasal dari bahasa Yunani genos yang berarti ras, kelahiran atau asal dan sufiks ikos yang mengungkapkan “relatif terhadap”, akibatnya, penyatuan kedua istilah tersebut menunjukkan apa yang relatif terhadap kelahiran atau ras suatu makhluk.

Studi tentang genetika memungkinkan kita untuk memahami apa yang terjadi dalam siklus sel dan bagaimana karakteristik biologis (genotipe), karakteristik fisik (fenotipe) dan bahkan kepribadian ditransfer antara manusia, misalnya, “sangat mirip antara orang tua dan keturunan mereka”. Mengacu pada hal di atas, siklus sel adalah proses dimana sel tumbuh dan membelah menjadi dua sel anak.

Transfer ciri-ciri makhluk dikembangkan melalui gen, tersusun dari DNA (Dexoribonucleic Acid) yang merupakan molekul yang mengkodekan data genetik dalam sel, menyimpan dan mentransmisikan dari generasi ke generasi semua informasi yang diperlukan untuk kemajuan semua sel. Biologis fungsi suatu organisme.

Demikian pula, DNA memiliki kemampuan untuk mereplikasi melalui mekanisme semi-konservatif dengan mensintesis untaian DNA baru menggunakan rantai yang ada sebagai templat.

Studi pertama dalam genetika dilakukan oleh biarawan Katolik Augustinian Gregor Johann Mendel, yang mendeskripsikan hukum Mendel melalui studi yang ia lakukan melalui berbagai jenis kacang polong atau kacang polong, memperoleh hasil karakter dominan yang dicirikan dengan menentukan efek salah satunya. gen dan resesif tidak memiliki efek genetik pada fenotipe heterozigot.

Psikologi genetik adalah teori genetik yang diprakarsai oleh Jean Piaget, yang terdiri dari studi tentang perkembangan atau perubahan psikis yang merupakan produk dari berbagai tahapan yang dilalui anak hingga ia menjadi dewasa melalui metode struktural, klinis dan psikogenetik.

Juga, istilah genetika berkaitan dengan permulaan atau asal mula sesuatu, misalnya: “proses genetik manusia”.

Standarisasi etika manipulasi genetika didiskusikan dan dipromosikan oleh bidang bioetika lintas disiplin.

Penyakit genetik

Penyakit genetik disebabkan oleh perubahan materi genetik atau genom. Penyakit genetik bisa turun-temurun atau tidak, dalam kasus pertama gen yang diubah harus ada dalam gamet dan, dalam kasus kedua, jika gen yang diubah hanya mempengaruhi sel somatik, maka tidak akan diturunkan.

5 jenis penyakit genetik dapat dibedakan:

  • penyakit genetik yang dominan, satu salinan gen yang terkena sudah cukup,
  • penyakit genetik resesif membutuhkan dua salinan dari gen yang terkena,
  • penyakit terkait kelamin dalam hal ini ditularkan melalui kromosom kelamin,
  • Penyakit monogenik membutuhkan perubahan gen tunggal dan,
  • Penyakit poligenik membutuhkan perubahan berbagai gen.

Penyebab penyakit genetik yang mungkin adalah: mutasi, trisomi kromosom, faktor lingkungan, dan lain-lain. Ada berbagai macam penyakit genetik seperti: Down syndrome, buta warna, sindrom Turner, dan lain-lain.

Genetik Molekuler

Genetika molekuler mempelajari struktur dan fungsi gen pada tingkat molekuler, yaitu meneliti bagaimana DNA dibuat dan digandakan, melalui metode genetika dan biologi molekuler.

Genetika kuantitatif

Genetika kuantitatif mempelajari efek yang disebabkan gen dalam fenotipe, mereka menerima nama ini karena mereka dapat diukur pada individu seperti: berat badan, tinggi badan, antara lain. Karakter kuantitatif disebut karakter poligenetik.

Variasi berkelanjutan dan normal dari genetika kuantitatif ditentukan oleh 2 penyebab: segregasi simultan dari banyak pasangan gen, setiap pasangan gen memberikan kontribusi untuk penentuan karakter dan, aksi atau efek lingkungan memodifikasi fenotipe, misalnya , berat orang dewasa ditentukan secara genetik tetapi dapat diubah karena makanan yang dia makan sehari-hari.

Genetika Mendel

Genetika Mendel mempelajari kromosom dan gen serta bagaimana mereka diwariskan dari generasi ke generasi. Hukum Mendel adalah sekumpulan peraturan tentang penularan melalui pewarisan ciri-ciri organisme, terdiri dari 3 hukum:

  • Hukum keseragaman hibrida dari generasi pertama yang menunjukkan bahwa jika 2 ras murni disilangkan untuk karakter tertentu, keturunan dari generasi pertama akan sama satu sama lain dan fenotipe sama dengan salah satu orang tua;
  • Hukum pemisahan karakter pada generasi kedua filial setiap alel pasangan dipisahkan dari anggota lainnya untuk menentukan konstitusi genetik dari filial gamet;
  • Hukum pewarisan mandiri karakter Mendel disimpulkan dengan menggunakan hukum sebelumnya, bahwa perbedaan sifat yang diwariskan tidak bergantung satu sama lain, oleh karena itu pola pewarisan satu sifat tidak akan mempengaruhi pola pewarisan sifat yang lain.

Genetika populasi

Genetika populasi mempelajari susunan genetik individu yang membentuk populasi dan transmisi gen dari satu generasi ke generasi berikutnya. Populasi genetik adalah jumlah frekuensi alel dari semua gen dalam suatu populasi.

Jika frekuensi alel terus konstan dari satu generasi ke generasi berikutnya, ini dikenal sebagai hukum Hardy-Weinberg. Berkaitan dengan kiasan, untuk menjaga keseimbangan genetik harus dipenuhi syarat-syarat berikut ini: populasi harus banyak dan kawin acak, tidak boleh ada seleksi dan aliran gen, yaitu tidak boleh ada emigrasi dan imigrasi dan, harus ada tidak ada mutasi.