Apa itu Geologi

Geologi adalah ilmu yang berhubungan dengan bentuk luar dan dalam dunia; sifat subjek yang menyusunnya dan pelatihan mereka; perubahan atau perubahan yang mereka alami sejak asalnya, dan penempatan yang mereka miliki dalam kondisi saat ini.

Istilah geologi berasal dari bahasa Yunani γῆ / guê / atau geo yang berarti “bumi” dan -λογία / -loguía / atau logo yang menyatakan “studi”. Kata geologi digunakan pertama kali oleh Jean-André Deluc pada tahun 1778 dan, pada tahun 1779 dimasukkan sebagai istilah oleh Horace-Bénédict de Saussure.

Sebagai acuan terhadap konsep yang diberikan pada istilah geologi, maka dapat dilihat bahwa istilah geologi terbagi menjadi 2 bagian:

  • bagian luar bertanggung jawab untuk mempelajari bahan yang membuat kerak bumi dan proses lapisan atmosfer dan biosfer dan
  • bagian internal mempelajari proses yang terjadi di kerak bumi dan penyebab yang memulainya.

Demikian pula, geologi dibagi lagi menjadi cabang-cabang, yang utamanya adalah:

  • Mineralogi, sesuai dengan namanya, mempelajari mineral pembentuk batuan yang terdapat di kerak bumi,
    paleontologi menyelidiki makhluk organik yang sisa-sisa atau sisa-sisanya berada dalam keadaan fosil,
  • Hidrogeologi, terdiri dari pemeriksaan asal usul, pembentukan dan sifat airtanah serta interaksinya dengan tanah dan batuan,
  • Vulkanologi, studi gunung berapi dan pembentukannya,
  • Ilmu seismologi yang mengamati gempa bumi dan propagasi gelombang seismik yang terbentuk di pedalaman dan di permukaan bumi, di antara ilmu-ilmu lainnya.

Kemajuan terpenting dalam geologi di abad ke-20 adalah teori lempeng tektonik dan perkiraan umur planet.

Lempeng tektonik terletak di bawah kerak bumi, tepatnya di litosfer, lempeng tektonik bergerak dengan kecepatan 2,5 cm / tahun, kecepatan ini tidak memungkinkan pergerakan lempeng tektonik dapat dirasakan tetapi bila terjadi pergerakan Tiba-tiba diantaranya dapat memunculkan fenomena seperti: seismik, gempa bumi, tsunami, dan lain-lain.

Namun, orang yang menganut ilmu geologi atau memiliki pengetahuan khusus di dalamnya dikenal sebagai ahli geologi.

Geologi sejarah

Geologi sejarah merupakan ilmu yang bertanggung jawab untuk mempelajari bumi sejak asalnya hingga saat ini, melalui ilmu paleontologi yang dijelaskan di atas dan ilmu stratigrafi yang bertugas mempelajari dan menginterpretasikan batuan. Akan tetapi, harus diperhatikan bahwa geologi historis berbeda dengan geokronologi, karena tujuan geologi sejarah adalah mengurutkan fenomena geologi dalam waktu dari masa lampau hingga masa kini, sedangkan geologi mengetahui waktu suatu fenomena secara mandiri.

Mengacu pada studi-studi yang dilakukan oleh geologi sejarah, bumi menurut fakta sejarah dibagi menjadi periode-periode berikut: Archaeozoic, Proterozoic, Paleozoic, Mesozoic, dan Cenozoic.

Geologi struktural

Geologi struktural mempelajari struktur dan batuan yang menyusun kerak bumi. Kajian yang dilakukan oleh geologi struktural adalah untuk mengamati hal-hal berikut: pengangkatan foliasi, analisis deformasi batuan yang ada dan pengenalan struktur tektonik pada suatu sektor seperti: sesar, sambungan, lipatan dan foliasi.