Apa itu Hiperbola

Hiperbola adalah majas atau sastra yang terdiri dari secara berlebihan menambah atau mengurangi suatu aspek, ciri atau sifat dari apa yang dibicarakan. Namun, dalam arti umum, melebih-lebihkan sesuatu disebut hiperbola.

Kata seperti itu berasal dari bahasa Latin hyperbŏle, dan ini pada gilirannya dari bahasa Yunani theπερβολή (hyperbolή).

Hiperbola adalah kiasan yang digunakan untuk memberi pesan kekuatan ekspresif yang lebih besar, atau untuk menghasilkan dampak atau efek tertentu pada lawan bicara. Dalam pengertian ini, tokoh sastra ini dapat digunakan sebagai sumber yang tegas, ekspresif, ironis, atau humoris. Misalnya: “Dia sangat mengantuk sampai tertidur sambil berdiri.”

Hiperbola sengaja membesar-besarkan atau melampaui kemungkinan untuk menggarisbawahi atau menekankan sesuatu, agar lebih menarik atau tidak biasa. Namun, lawan bicaranya, secara umum, mampu mengenali ketika beberapa data, aspek atau fakta sedang di-hiperbolisasi, dan, dalam pengertian ini, dia tahu bahwa dia tidak boleh mengambil kata-kata pada nilai nominal, dalam arti literal, melainkan dalam arti kiasan. Misalnya: “Saya telah menelepon Anda seribu kali di rumah Anda.”

Kita menggunakan hiperbola dalam kehidupan kita sehari-hari, secara alami, ketika kita berbicara secara kiasan. Hiperbola memungkinkan kita untuk mengekspresikan sesuatu dengan cara yang tidak biasa tetapi juga lebih ekspresif, lebih hidup.

Contoh hiperbola

Penggunaan sehari-hari:

  • Saya menulis kepada Anda lima ratus pesan dan Anda tidak membalas.
  • Saya belajar untuk dua puluh ujian sekaligus, saya merasa otak saya akan meledak.
  • Betapa dinginnya: kakiku membeku.
  • Dia tidak tahu cara memasak; itu terbakar di air.
  • Rasanya seperti seribu tahun telah berlalu sejak terakhir kali dia melihatnya.

Penggunaan sastra:

  • “Diktator (…) yang kekuatannya begitu besar sehingga pada suatu waktu dia bertanya jam berapa sekarang dan yang diperintahkan oleh jenderal saya telah dijawab.” Musim gugur sang patriark.
  • “Pria itu tinggi dan kurus sehingga dia selalu terlihat di profil.” Mario Vargas Llosa. Perang Akhir Dunia.