Apa itu Jimat

Jimat adalah benda yang sengaja diisi dengan kekuatan magis untuk tujuan tertentu dan digunakan untuk menarik energi tertentu.

Jimat pada umumnya mengandung prasasti atau ukiran yang dimaksudkan untuk mewakili suatu simbolisme sesuai dengan maksud untuk diresapi. Tujuan membuat jimat dan menggunakannya adalah untuk menarik dan menyalurkan energi tertentu ke arah orang yang menggunakannya.

Jimat tersebut tercipta dari proses ritualisasi yang bisa sederhana, seperti memandikan benda dengan air suci atau melalui ritual yang lebih kompleks.

Meskipun tamimah digunakan sebagai sinonim untuk jimat, ini memiliki tujuan yang berbeda dalam arti magis. Jimat berfungsi untuk menarik kekuatan untuk tujuan tertentu, di sisi lain, tamimah adalah benda pelindung yang sangat baik untuk tujuan umum seperti, misalnya, perlindungan terhadap penyakit atau roh jahat.

Beberapa contoh jimat yang digunakan sampai saat ini adalah:

  • Salib berulir: mirip dengan salib Kristen tetapi dengan lengkungan di atasnya, digunakan untuk menarik energi dan pengetahuan vital. Sejarahnya berawal dari hubungan dengan dewi Isis dan dewa Mesir Osiris.
  • Swastika: meskipun merupakan simbol yang terkait dengan Nazisme, asalnya berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti “pertanda baik”
  • Tapal kuda: digunakan untuk menarik keberuntungan dalam keluarga. Tapal kuda harus digunakan untuk mengumpulkan energi “Ibu Pertiwi” dan digantung terbalik seperti bejana yang perlu diisi.

Contoh jimat yang kami temukan:

  • Mata Turki: digunakan untuk memerangi mata jahat dan juga dikaitkan dengan mata Horus sebagai perlindungan terhadap kejahatan.
  • Dreamcatcher: digunakan untuk melindungi anak-anak dari mimpi buruk atau roh jahat.

Baik jimat dan tamimah mewakili persatuan antara alam semesta material dan non-materi yang berfungsi sebagai simbol ketidaksadaran spiritual kita.