Apa itu Konduktivitas listrik

Konduktivitas listrik adalah kemampuan suatu zat atau bahan untuk memungkinkan lewatnya arus listrik melalui dirinya, yaitu untuk mengangkut elektron. Ini kebalikan dari hambatan listrik.

Konduktor listrik bervariasi sesuai dengan suhu dan struktur atom dan molekul zat atau bahan. Dua jenis konduktor listrik menonjol: yang logam dan elektrolit.

Konduktivitas listrik dalam air

Konduktivitas listrik pada zat cair berkaitan dengan keberadaan garam dalam zat dan komposisi ion positif dan negatifnya (atom dengan muatan positif atau negatif), yang mampu mengangkut energi listrik. Konduktor ionik ini disebut elektrolit.

Konduktivitas listrik akan bergantung pada jumlah ion yang terlarut dalam cairan, pada muatan dan mobilitas ion, dan juga pada viskositas atau densitas zat. Artinya, karena ada sejumlah besar ion terlarut, semakin besar konduktivitasnya.

Misalnya massa jenis air menurun ketika suhu naik, akibatnya konduktivitas listrik meningkat.

Konduktivitas listrik terjadi melalui air minum, air laut, dan air deionisasi.

Konduktivitas listrik dalam logam

Material padat yang mampu melakukan konduktivitas listrik adalah material yang memiliki pita valensi (rentang energi listrik yang tinggi) dan membentuk awan elektron bebas yang menghasilkan arus saat terkena medan listrik.

Logam terdiri dari banyak elektron, karena alasan ini logam adalah konduktor listrik yang baik. Ikatan atom yang dimiliki logam memberi elektron kebebasan bergerak, oleh karena itu mereka adalah konduktor listrik.

Beberapa logam dengan konduktivitas listrik tertinggi adalah besi, perak, tembaga, aluminium, dan emas.
Konduktivitas listrik tanah

Melalui konduktivitas listrik, konsentrasi garam terlarut yang ada di tanah dapat diukur dan kemampuan material untuk menghantarkan arus dapat ditentukan.

Artinya, semakin tinggi konduktivitas listrik, semakin tinggi konsentrasi garam, dan semakin rendah konduktivitas listrik, pemupukan tanah semakin mudah. Untuk itu perlu dilakukan analisis bagaimana konduktivitas listrik dapat mempengaruhi zat-zat di dalam tanah.

Konduktivitas listrik tanah dapat dipengaruhi tergantung pada kualitas air yang digunakan dalam pengembangan pertanian atau kegiatan yang berhubungan dengan tanah.