Apa itu Objektivitas

Objektivitas mengacu pada pengungkapan realitas apa adanya. Ini juga menunjukkan kualitas tujuan.

Objektivitas terlepas dari perasaan dan kedekatan yang mungkin dimiliki seseorang sehubungan dengan individu, objek, atau situasi lain. Objektivitas seharusnya hanya menunjukkan apa yang nyata dan ada, yaitu tidak memihak.

Oleh karena itu, objektivitas adalah kualitas yang sulit untuk dipraktikkan, karena manusia merumuskan kriteria pribadi tentang apa yang mereka anggap benar, nyata atau salah berdasarkan pengalaman dan persepsi mereka, serta budaya, kepercayaan, ideologi mereka. atau perasaan.

Dalam pengertian ini, objektivitas adalah istilah yang berkaitan dengan makna kebenaran, etika, epistemologi, analisis data, ketenangan hati dan kejujuran, dan berlaku dalam berbagai kegiatan pembangunan manusia.

Oleh karena itu, objektivitas diterapkan di berbagai bidang seperti kedokteran, arbitrase olahraga, pendapat yudisial, kesimpulan dari percobaan ilmiah, publikasi informasi jurnalistik, penyusunan teks ilmiah atau informatif, antara lain.

Objektivitas memungkinkan penyajian pengetahuan dengan cara yang netral, oleh karena itu merupakan karakteristik esensial dari semua konten yang memaparkan hasil penelitian atau analisis ilmiah yang berupaya memberikan informasi.

Seperti dapat dilihat, objektivitas diterapkan dalam berbagai cara di mana posisi pribadi dan subyektif dipisahkan agar tidak mempengaruhi penilaian, konten atau informasi tentang realitas. Karenanya, dengan tidak menyiratkan perasaan atau akar, objektivitas menghasilkan ketenangan dan ketenangan.

Misalnya, penegasan bahwa seorang wanita hamil dianggap objektif, dan sebaliknya, memastikan secara akurat berapa hari dia hamil dianggap subjektif.

Oleh karena itu, objektivitas mengacu pada realitas atau objek itu sendiri, dan menjauh dari kerentanan apa pun yang mungkin dimiliki seseorang.

Beberapa sinonim untuk objektivitas adalah netralitas, keadilan, dan kejujuran. Kebalikan dari objektivitas adalah subjektivitas.

Objektivitas dan subjektivitas

Seperti yang telah disebutkan, objektivitas didasarkan pada fakta yang nyata dan dapat diverifikasi, menentukan penilaian yang tidak memihak dan tidak menghakimi. Sebaliknya, subjektivitas mengacu pada subjektif, bagian dari perasaan, keinginan tertentu, dan juga dipengaruhi oleh pengalaman sebelumnya.

Sementara objektivitas terbatas pada mengungkapkan suatu hasil, deskripsi atau fakta, subjektivitas menganalisisnya berdasarkan pendapat dan kepentingannya sendiri. Contoh opini subjektif adalah sebagai berikut: “Saya tidak suka novel yang guru suruh untuk kami baca minggu ini, karakternya tampak membosankan bagi saya.”

Objektivitas dan epistemologi

Epistemologi, sebagai teori pengetahuan, berkaitan dengan mengevaluasi keadaan, asal dan validitas yang melaluinya manusia memperoleh pengetahuan.

Untuk alasan ini, epistemologi terkait dengan istilah objektivitas, karena ia mengakui individu memperoleh pengetahuan dari kenyataan, dan melalui akal dan setelah proses mental, ia dapat menghasilkan pernyataan yang obyektif atau dapat diandalkan.