Apa itu Pembakaran

Pembakaran (combustion) berarti tindakan dan akibat dari membakar atau membakar suatu materi tertentu. Kata combustion berasal dari bahasa latin dan combustioni dengan arti yang sama.

Dari sudut pandang ilmiah, pembakaran digambarkan sebagai proses oksidasi yang cepat dari mana energi dilepaskan dalam bentuk panas. Proses ini mungkin atau mungkin tidak menghasilkan cahaya (nyala api).

Pembakaran hadir dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya di dapur dan perapian yang menggunakan api, pada mobilisasi mesin dan armada otomotif (mesin pembakaran dalam), dll.

Agar pembakaran dimungkinkan, keberadaan faktor-faktor spesifik diperlukan: bahan bakar, pengoksidasi atau pengoksidasi dan panas dalam proporsi tinggi.

Bahan bakar terdiri dari materi yang mengandung karbon dan hidrogen. Namun, pada akhirnya bahan bakar tersebut mungkin mengandung sulfur. Beberapa bahan yang mudah terbakar yang diketahui adalah batubara, gas alam, kayu dan turunan minyak bumi seperti bensin, plastik, dan lain-lain.

Zat pengoksidasi atau pengoksidasi biasanya adalah oksigen, meskipun tidak dalam keadaan murni, tetapi dalam proporsi 21% oksigen dan 79% nitrogen, yang merupakan komposisi dasar udara. Juga zat lain dapat berfungsi sebagai pengoksidasi. Misalnya fluor.

Adapun panas yang menyulut pembakaran, suhu harus mencapai derajat pemanasan minimal agar bahan bakar dapat bereaksi. Tingkatan ini disebut titik nyala atau titik nyala.

Besarnya energi atau kalor yang dikeluarkan dari pembakaran akan sangat tergantung pada kualitas dan karakteristik bahan yang dibakar, sehingga hasilnya bervariasi.

Setiap proses pembakaran menghasilkan produk. Yang terpenting adalah: karbon dioksida, karbon, dan uap air.

Jenis pembakaran

Ada berbagai jenis pembakaran tergantung pada kondisi proses oksidasi. Ayo lihat.

Pembakaran sempurna.

Ini terjadi ketika komponen teroksidasi sepenuhnya, menghasilkan pembentukan karbon dioksida, air cair, atau sulfur dioksida.

Pembakaran tidak sempurna.

Itu terjadi ketika pembakaran tidak mutlak, tetapi oksidasi zat bersifat parsial dan meninggalkan materi yang tidak dikonsumsi, yang disebut tidak terbakar. Misalnya karbon monoksida.

Pembakaran stoikiometri.

Ini juga disebut pembakaran netral. Itu hanya dapat diproduksi secara artifisial di laboratorium ilmiah. Dalam jenis pembakaran ini, jumlah udara yang tepat digunakan, untuk menghindari adanya oksigen dalam gas yang dihasilkan. Dikatakan teoritis atau ideal karena beberapa partikel selalu ada.

Tinggalkan komentar