Apa itu Reaksi eksoterm

Reaksi eksoterm adalah reaksi kimia yang melepaskan energi dalam bentuk panas atau cahaya. Kata eksoterm berasal dari kata Yunani exo yang berarti ‘ke luar’, dan termos, yang diterjemahkan sebagai ‘panas’.

Hal ini terjadi karena energi yang terkandung dalam molekul reaktan lebih besar daripada energi yang terkandung dalam molekul produk, dan sebagian dari energi kimia ini dilepaskan dengan cara lain, seperti cahaya dan panas.

Misalnya kalium permanganat (padatan yang mengandung oksigen) dan gliserin (cairan organik yang mudah terbakar) adalah dua zat yang saat bereaksi menghasilkan cahaya dan panas (api).

Contoh lain adalah hasil campuran hidrogen peroksida dan kalium iodida, dari mana gelembung, panas, dan akhirnya asap dihasilkan, yang merupakan energi yang dilepaskan dari reaksi eksoterm ini.

Di sisi lain, harus disebutkan bahwa reaksi oksidasi sebagian besar merupakan reaksi eksoterm. Juga, kebalikan dari reaksi eksoterm adalah reaksi endotermik, yang mana energi diserap.

Contoh reaksi eksoterm

Berikut beberapa contoh reaksi eksoterm:

  • Reaksi pembakaran: Ketika senyawa organik seperti karbon dan kayu bereaksi dengan oksigen untuk membentuk karbon dioksida, cahaya dan panas dihasilkan.
  • Reaksi deterjen: deterjen bubuk dengan air menghasilkan panas.
  • Pembentukan amonia: timbul dari reaksi nitrogen dengan hidrogen.
  • Oksidasi glukosa dalam sel: terjadi untuk menghasilkan karbon dioksida dan energi dalam bentuk ATP.
    Soda kue dan cuka: karbon dioksida dan panas dilepaskan.