Apa itu Sosialisasi

Sosialisasi adalah tindakan dan akibat dari bersosialisasi, yaitu proses dimana manusia mempelajari informasi dari lingkungannya, terutama aturan hidup berdampingan, adat istiadat, cara komunikasi (bahasa) dan penanganan simbol, secara berurutan. mengintegrasikan ke dalam masyarakat dan berinteraksi secara efektif.

Karena merupakan suatu proses, sosialisasi sangatlah kompleks, dan membutuhkan tahapan dan tingkatan hubungan. Pada setiap tahap perkembangan individu, ia akan belajar bagaimana hidup dengan lingkungan sosial dari jalinan nilai-nilai esensial.

Tahapan sosialisasi

Sosialisasi terjadi secara bertahap sesuai dengan tingkat perkembangan individu. Dalam pengertian itu, seseorang dapat berbicara tentang tiga fase atau bentuk sosialisasi.

Sosialisasi primer.

Sosialisasi primer adalah yang berlangsung sejak lahir. Ini terjadi pada dasarnya dalam keluarga, karena keluarga adalah inti pertama dari hubungan sosial

Tidak ada tanggal akhir tertentu, tetapi akan tergantung pada subjeknya. Namun, biasanya mencakup sampai saat sekolah formal dimulai, ketika anak akhirnya memasuki tahap sosialisasi baru.

Di dalam keluarga, anak-anak belajar berkomunikasi melalui gerak tubuh dan bahasa, memperoleh kebiasaan seperti makan dan buang air, serta belajar standar minimum hidup berdampingan, seperti mengidentifikasi dan menghormati peran otoritas.

Sosialisasi sekunder.

Sosialisasi sekunder yang menyertai individu sepanjang hidupnya sejak ia masuk sekolah. Selama kurun waktu tersebut, mata pelajaran belajar mengidentifikasi dan mengenal peran lembaga sosial, misalnya lembaga pendidikan.

Periode ini juga memungkinkan subjek untuk mengkonsolidasikan keterampilan komunikasi mereka, mengembangkan keterampilan intelektual, belajar tentang realitas sekitarnya, belajar menafsirkan realitas dan mengasimilasi struktur kognitif untuk mengoptimalkan pemikirannya.

Sosialisasi tersier.

Jenis sosialisasi ini hanya berhubungan dengan orang-orang yang melanggar sistem kode dan nilai masyarakat. Ini berlaku, dan memang, untuk orang-orang yang telah melakukan kejahatan atau untuk orang-orang yang perilakunya berbahaya bagi masyarakat. Proses ini juga sering disebut dengan sosialisasi ulang. Dalam kasus mereka yang telah melakukan kejahatan, sosialisasi tersier dimulai selama mereka berada di penjara.