Apa itu Tradisional

Tradisional adalah kata sifat yang mengacu pada apa yang dimiliki atau terkait dengan tradisi. Kata dalam pengertian ini berasal dari kata “tradisi”, yang berasal dari bahasa Latin traditĭo, traditiōnis, dan disusun dengan sufiks “-al”, yang menunjukkan hubungan atau kepemilikan.

Tradisional, dalam pengertian ini, mengacu pada seperangkat adat istiadat, praktik, nilai, pengetahuan dan keyakinan yang diturunkan dari generasi ke generasi dan yang merupakan bagian dari budaya komunitas manusia. Karenanya, aspek-aspek yang dianggap tradisional dan, oleh karena itu, merupakan ciri khas budaya suatu masyarakat tertentu, adalah nilai-nilai, keistimewaan, institusi, sejarah, dan bahasa orang atau bangsa itu. Begitu pula ekspresi seni seperti tarian dan musik tradisional, atau ekspresi gastronomi seperti makanan tradisional merupakan bagian dari warisan budaya suatu bangsa.

Awalnya, sebelum ditemukannya tulisan, tradisional adalah yang diwariskan secara lisan kepada keturunan, dan yang terdiri dari seperangkat pengetahuan, gagasan, kepercayaan dan nilai yang diberikan nenek moyang kepada generasi baru. Dalam pengertian ini, tradisi sebagian besar sesuai dengan konsep cerita rakyat atau kearifan populer.

Di sisi lain, tradisi juga dapat merujuk pada sikap atau perilaku mengikuti gagasan, norma, atau adat istiadat masa lalu: “José Manuel adalah orang yang sangat tradisional”. Dengan demikian, tradisional merupakan penghalang kemajuan modernitas dan modifikasi penggunaan serta adat istiadat. Dalam pengertian ini, tradisional setara dengan konservatif.

Sinonim lain untuk tradisional adalah: kebiasaan, terbiasa, khas, biasa, mengakar atau mendarah daging.

Dalam bahasa Inggris, tradicional diterjemahkan sebagai tradisional, dan mengacu pada yang dimiliki, terkait dengan, atau sesuai dengan tradisi: Lagu pernikahan tradisional.

Obat tradisional

Sebagai pengobatan tradisional, disebut juga yang didasarkan pada seperangkat pengetahuan, keterampilan, dan praktik yang didukung oleh teori, keyakinan, dan pengalaman masing-masing orang, yang digunakan untuk diagnosis dan pengobatan penyakit, serta untuk pencegahannya.

Dengan demikian, pengobatan tradisional tidak memiliki dasar ilmiah, tetapi terdiri dari seperangkat keyakinan dan pengetahuan yang terkait dengan khasiat obat dari senyawa dan tumbuhan tertentu, yang diturunkan dari generasi ke generasi.

Dalam pengertian ini, pengobatan tradisional bertentangan dengan pengobatan ilmiah, karena tidak memiliki prinsip dan metode ilmiah, tidak mempertimbangkan variabel, tidak menggunakan data statistik, atau melakukan uji klinis, di antara prosedur tak terbatas yang mengurangi ketelitian.